Berita
Nasional

KMA : Sisa Penanganan Perkara Tahun 2020 Adalah yang Terkecil Sepanjang Sejarah Berdirinya MA

136


 

Jakarta, petitum.id- Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Prof. Dr. H.M menyebut sisa penanganan perkara Tahun 2020 yakni sebanyak 199 perkara adalah yang terkecil sepanjang sejarah berdirinya MA. Hal tersebut disampaikannya dalam pidato Laporan Tahunan MA Tahun 2020, Rabu (17/2/2021)

Syarifuddin menjelaskan beberapa parameter kinerja penanganan perkara Mahkamah Agung meliputi jumlah perkara yang diputus, jumlah sisa perkara, rasio produktivitas memutus perkara, jumlah perkara yang diputus sesuai dengan jangka waktu, jumlah perkara yang diminutasi dan dikirim kembali ke pengadilan pengaju, dan rasio penyelesaian perkara (clearance rate).

 Beban perkara pada tahun 2020 sebanyak 20.761 (dua  puluh ribu tujuh ratus enam puluh satu) perkara, yang terdiri dari perkara masuk sebanyak 20.544  perkara dan sisa perkara tahun 2019 sebanyak 217 perkara. Dari jumlah beban tersebut, Mahkamah Agung berhasil memutus sebanyak 20.562  perkara, sehingga sisa perkara tahun 2020 adalah sebanyak 199 perkara,”jelasnya.

Dengan demikian, rasio produktivitas memutus Mahkamah Agung pada tahun 2020 adalah sebesar 99,04%, atau lebih tinggi dari Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung sendiri yaitu sebesar 70%.

Syarifudin juga membandingkan kondisi saat ini dengan kondisi tahun 2019, dimana jumlah perkara yang diterima meningkat sebesar 6,07%, Beban perkara meningkat sebesar 2,40%, dan jumlah perkara yang diputus meningkat sebesar 2,51%, sedangkan sisa perkara berkurang sebesar 8,29%.

“Hal ini menjadi tantangan tersendiri dimana jumlah hakim agung yang relatif lebih sedikit dari tahun sebelumnya sementara jumlah perkara yang diterima tahun 2020 merupakan yang terbanyak dalam sejarah, namun Mahkamah Agung tetap mampu memutus perkara dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah dengan tanpa mengurangi kualitas putusan, meskipun dalam situasi pandemi yang memberlakukan sistem kerja secara work from office (WFO) dan work from home (WFH),” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Syarifudin juga  menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh Jajarannya dan berharap capaian pada tahun ini dapat dipertahankan serta ditingkatkan pada masa mendatang.

Anang Suseno Hadi

0 notes
136 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *