Komunitas

Komunitas ARSENIK Sukses Gelar Hunting History di Pringsewu

• Bookmarks: 230


 

Metro, petitum.id- Pegiat sejarah dari lintas komunitas yang tergabung dalam ARSENIK (Arsip, Sejarah dan Peninggalan Kebudayaan) kembali mengadakan kegiatan hunting history di  Pringsewu, Sabtu (23/01/2021). Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kegiatan ini  mengunjungi tiga lokasi bersejarah yakni Bukit Wungkal di Desa Sukoharjo IV, Tiyuh Margakaya dan Talang Indah, Pringsewu.

Barnas dari Komunitas ARSENIK menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dari titik kumpul rest area Pringsewu untuk memulai briefing kegiatan, kemudian bertolak ke lokasi pertama yaitu Bukit Wungkal (Bukit Silitonga) di Pekon Sukoharjo IV dengan agenda bertemu dengan Richard van der Linde selaku Pengelola Pokdarwis Bukit Silitonga yang juga salah satu putra dari Francois van der Linde (salah satu anggota Indische Partij dan eks. Tentara Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia).

“Disini kami menggali informasi sejarah tentang peranan Kapten Darius Silitonga dan pasukannya yang dibantu oleh Francois van der Linde berhasil menghalau pesawat tempur Belanda yang akan menyerang Kota Pringsewu pada Agresi Militer Belanda II,”jelasnya.

Kemudian objek kedua yang dikunjungi adalah Tiyuh Margakaya, Pringsewu. Desa Tertua di Pringsewu berdasarkan catatan sejarah, dan telah ada sejak Abad XVIII. Agenda bertemu dengan Bestari selaku Ketua Adat Tiyuh Margakaya, dan menggali keterangan tentang sejarah Tiyuh Margakaya sebagai desa tertua di Pringsewu dan peninggalan budayanya.

Objek ketiga adalah Situs Sejarah Talang Irigasi Peninggalan Era Kolonial Hindia Belanda, Fajaresuk, Pringsewu dengan agenda bertemu dengan Suratmin selaku Ketua Pokdarwis Talang Indah dan menggali informasi tentang sejarah situs Talang Irigasi Pringsewu.

“Irigasi ini  merupakan bukti sejarah pelaksanaan kebijakan Politik Etis di Pringsewu, melihat arsip blueprint asli pembangunan Talang Irigasi Pringsewu, mendokumentasikan situs sejarah. Situs Talang Irigasi yang akan dikunjungi adalah Talang I, Talang II, dan Talang III.

Kian Amboro salah seorang pegiat sejarah, mengungkapkan bahwa pringsewu menyimpan banyak potensi sejarah yang masih perlu digali lebih dalam lagi.

“Pringsewu menyimpan sangat banyak potensi sejarah yang masih perlu digali lebih dalam lagi. upaya pemerintah daerahnya sejauh ini telah sangat baik krn pringsewu sbg daerah satu-satunya di Lampung yang telah memiliki official history yang dapat dikatakan komprehensif,” ungkapnya.

Dosen sejarah UM Metro tersebut juga menambahkan dirinya banyak belajar dari warga pringsewu yang telah bersinergi baik dengan pemerintah daerahnya dalam memasyarakatkan sejarah yang dikemas melalui cara-cara kreatif dan memberdayakan warganya, seperti konsep wisata sejarah.

“Ini cara baru yang perlu lebih banyak dilakukan oleh daerah-daerah lain di Lampung dimana semangat sejarah publik telah hadir disini, sejarah telah dikembalikan kepada masyarakat sebagai pemilik sah dari sejarah,” imbuhnya.

Lebih jauh ia yang juga merupakan TACB Metro juga berharap pemerintah perlu menjamin kelestarian berbagai benda, bangunan, dan lokasi bersejarah melalui upaya perlindungan hukum dengan ditetapkan statusnya sebagai cagar budaya.

Senada Arman AZ salah seorang sejarawan Lampung juga berharap, kegiatan penelusuran jejak sejarah seperti hunting history perlu dibudayakan oleh generasi muda saat ini.

“Acara semacam Hunting History mesti intens dilakukan generasi muda, agar mereka minimal tahu ttg sejarah-identitas lokalnya sendiri,” ujar arman

Sementara Raswan sebagai budayawan dan pegiat tapis mendorong adannya upaya kajian, pelestarian dan pengembangan seni budaya Lampung yang ada di pekon Tiyuh Margakaya.

Hunting history ini sendiri diikuti oleh peserta yang hadir dari berbagai latar belakang, seperti himpunan mahasiswa sejarah UM metro, seputar kota metro, komunitas foto antix, raswan institut, komunitas fotografi Pringsewu dan juga didukung oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Pringsewu.

Afriyan

2 recommended
0 notes
30 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *