Berita
Nasional

Pedoman Tata Cara Penghormatan Jenazah Hakim Resmi Diberlakukan

• Bookmarks: 2178


 

Jakarta, Petitum.id – Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) resmikan surat No. 85/PP.IKAHI/X/2020 tentang Tata Cara Penghormatan Jenazah Anggota IKAHI, yang ditadatangani oleh Dr. H. Suhadi, S.H., M.H. selaku Ketua Umum dan Dr. H. Ridwan Mansyur, S.H., M.H selaku Sekretaris Umum di Jakarta pada tanggal 16 Nopember 2020.

Dalam lampiran surat tersebut terdiri 4 (empat) bagian pokok, yakni: Ketentuan Umum; Tugas dan Tanggung Jawab PP IKAHI, IKAHI Daerah dan IKAHI Cabang; Tata Cara Upacara Penghormatan Jenazah Hakim; dan Ketentuan Khusus. Pada Ketentuan Umum diatur bahwa Tata Cara Penghormatan Jenazah Anggota IKAHI berlaku bagi seluruh hakim di seluruh badan peradilan kecuali hakim pada lingkungan peradilan militer yang tunduk pada arutan kemiliteran. Pada bagian Tugas dan Tanggung Jawab dimuat ketentuan mengenai karangan bunga yang dikirimkan ke rumah duka dengan atas nama Ketua MA selaku Pelindung IKAHI dan Karangan Bunga dari Ketua Umum IKAHI, yang pembebanannya dikenakan kepada Kas PP IKAHI. Pada bagian Tata Cara Upacara, adanya aturan mengenai sambutan dari pengurus IKAHI Daerah jika hakim yang meninggal merupakan Hakim Tinggi dan juga adanya sambutan dari Pengurus Cabang IKAHI jika yang meninggal merupakan Hakim Tingkat Pertama. Serta pada Ketentuan Khusus, memuat ketentuan mengenai kewajiban PP IKAHI, Pengurus Daerah IKAHI maupun Pengurus Cabang IKAHI untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan sebagaimana diatur oleh perundang-undangan.

Surat Tata Cara Penghormatan terhadap hakim yang meninggal dunia ini merupakan suatu progres baik dari PP IKAHI. Setelah bertahun-tahun lamanya sejak profesi hakim di Indonesia dan organisasi IKAHI ada, akhirnya pedoman baku mengenai penghormatan terhadap jenazah hakim yang meninggal dunia kini diberlakukan.

Dalam keterangannya kepada Petitum.id, Dr. H. Ridwan Mansyur, S.H., M.H. mengatakan bahwa dengan berlakunya surat pedoman tersebut merupakan bentuk konkret dari refleksi empati yang dalam dari seluruh Hakim Indonesia melalui organisasi IKAHI dalam memuliakan jasa-jasa hakim yang telah meninggal dunia.

“Inilah simbolisasi dan refleksi solidaritas dari seluruh Hakim Indonesia pada setiap peristiwa wafatnya hakim dalam bentuk penghormatan kepada alarhum/almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan,” ucap Ridwan yang juga merupakan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, pada Rabu (25/11/2020).

Adapun Maulia Martwenty Ine, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Negeri Magetan menyambut bangga atas terbitnya surat dari PP Ikahi tersebut. “Dengan terbitnya surat IKAHI tertanggal 16 Nopember 2020 tersebut maka telah dibakukan secara resmi standar baku tata laksana penghormatan terakhir kepada jenazah hakim. Sekali lagi ini tanda bahwa IKAHI memang hadir nyata di tengah-tengah profesi hakim. Solidaritas ini membanggakan,” ucap Maulia yang merupakan mahasiswa penerima Program Beasiswa Kejasama MA dengan Southwest University of Political and Law Research Cina, pada Rabu (25/11/2020).(*)

Syamsul Arief

2 recommended
0 notes
178 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *