Profil

Abdullah, Penulis dan Pematung Asal Jabung

• Bookmarks: 3235


 

Metro, petitum.id- Abdullah Nurwawi Ali atau biasa disapa Abdullah adalah pria kelahiran Desa  Negara Bathin, Jabung lahir di Bungkuk, 13 Juli 1972. Tak banyak yang mengetahui dari kampung yang dikenal dengan stigma “Kampung Begal” ini lahir seorang penulis buku yang karyanya terus digunakan sejak tahun 2005.

Saat ditemui dikediamannya di Metro pria jenaka yang juga seorang guru di SMP Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah ini jauh dari kesan seram. Berkat karya dan produktifitasnya namanya familiar dikalangan anak-anak dan guru tingkat sekolah Dasar dan sekolah menengah.

Abdullah sendiri telah telah menerbitkan puluhan buku dan telah cetak ulang beberapa kali, di antaranya: Bahasa dan Aksara Lampung SD/MI Kelas 1-6, Bahasa dan Aksara Lampung SMP/MTs 7-9 , IPS Lampung Untuk SD/MI Kelas 1-6 , Kamus Bahasa Lampung Dialek A dan O, Wawasan Bahasa dan Aksara Lampung SD/MI Kelas 1-6, Wawasan Bahasa dan Aksara Lampung SMP/MTs Kelas 1-6, Bianglala Pengetahuan Sosial Sumbagsel SD/MI Kelas 1- 6, Bianglala Pengetahuan Sosial Sumbagsel SMP/MTs Kelas 7-9,  Seni Budaya Daerah SD/MI Kelas 1-6 , Seni Budaya Daerah SMP/MTs Kelas 7-9, Tari Melinting, Pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung SD/MI Kelas 1-6 ,  dan Pelajaran Bahasa dan Aksara Lampung SMP/MTs Kelas 7- 9.

Kali ini Abdullah kini menggandeng penerbit lokai Sai Wawai Publishing Abdullah tengah mempersiapkan buku Kamus Bahasa Lampung dan buku Jabung The Untold Stories bersama para penulis asal Jabung lainnya.

“Kamus Bahasa Lampung ini terdiri dari Lampung Indonesia dan Indonesia Lampung dalam  dialek A dialek O dan dialek peralihan (campuran) antara dialek A dan O. Dalam dialek itu terdapat sub dialek-sub dialek yang dipakai oleh penduduk yang tersebar di kabupaten/kota di Propinsi Lampung,” jelas alumnus FKIP Sejarah UM Metro tersebut.

Melalui kamus ini Abdullah  berupaya menuliskan kata-kata bahasa lampung menurut pengucapan bahasa Lampung, Untuk keseragaman penggunaan huruf R (ghoin) yang dibaca kh atau gh ditulis gh demi mempermudah dalam pembacaan atau ejaan.

Selain produktif menulis pria yang juga aktif sebagai Pengurus Maghgo Sekampung Libo ini  juga memiliki hobi kayu. Karya-karya Abdullah terbuat dari bahan batang akar kayu yang dibentuk sedemikian rupa menjadi patung.

Abdullah mengaku ide memahat  tersebut didapatkannya akibat sering melakukan perjalanan ke kebun, hutan atau melakukan perjalanan di wilayah Lampung Timur. Dirinya melihat betapa banyaknya warga menebang pohon kayu jati tetapi, bonggolnya tidak diambil dan dibiarkan begitu saja. Berkat keterampilan memahatnya batang akar kayu itu diubahnya menyerupai ‘wajah’ manusia.

Abdullah kini bersama Warga Jabung di perantauan lainnya tengah bersama-sama mendukung pengembangan wisata desa di Way Guruh, Jabung yang dikelola secara swadaya oleh para pemuda desa. Pemilik puluhan hektar tanah dikampung halamannya tersebut mengaku ikut terpanggil untuk mengembalikan kebesaran dan kejayaan kampung halamannya, Jabung.

“Saatnya memikirkan kampung halaman, bersama teman-teman kami mendorong tumbuhnya generasi baru di Jabung untuk mengubah wajah kampung,” pungkas pria yang hobi mengumpulkan bit coin tersebut.

Afriyan

 

 

3 recommended
0 notes
235 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *