Opini

E-Court di Masa Pandemi Covid-19

• Bookmarks: 1182


 

Sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19, pelayanan publik sebisa mungkin dilakukan secara daring untuk menghindari pertemuan langsung yang memungkinkan kerumunan orang.

Dalam layanan peradilan, sudah terdapat layanan e-court yang memberikan akses kepada pengguna layanan untuk melakukan pendaftaran, pembayaran, dan mendapat panggilan secara elektronik.

Layanan e-court juga memungkinkan proses e-litigasi yang memberikan akses kepada pihak berperkara apabila kedua belah pihak sepakat untuk beracara secara elektronik, untuk mengirimkan jawaban, replik, duplik, bukti surat, dan kesimpulan secara elektronik dengan mengunggah di aplikasi e-court.

Namun demikian, sistem e-court bukan tanpa kewajiban hadir bagi para pihak, ada tahapan-tahapan yang wajib dihadiri oleh para pihak, yaitu sidang pertama, mediasi, sidang pasca mediasi, sidang pembuktian. Artinya orang masih harus datang ke pengadilan yang memungkinkan pertemuan langsung dan dapat menimbulkan kerumunan yang perlu dihindari selama masa pandemi COVID-19. Begitu juga dalam hal pemeriksaan saksi atau ahli via teleconference, para saksi atau ahli harus hadir di pengadilan terdekat yang memfasilitasi teleconference.

Guna menghindari pertemuan langsung dengan para pihak di pengadilan selama masa pandemi COVID-19, perlu ketentuan hukum acara perdata yang memungkinkan orang untuk tidak harus hadir secara langsung di pengadilan. Terobosan demikian perlu dilakukan untuk tetap dapat melaksanakan persidangan di tengah pandemi COVID-19 dengan aman dan terhindar dari penularan COVID-19. Apalagi jika perkara yang disidangkan oleh pengadilan mencapai puluhan dalam sehari seperti yang dapat dijumpai di pengadilan agama.

Tentu selain regulasi, kesiapan para pengguna layanan juga menjadi persoalan untuk dapat berperkara tanpa harus hadir di pengadilan, baik dari segi sarana maupun pengetahuan. Di negara berkembang seperti di Indonesia, masih banyak dijumpai masyarakat yang belum melek dengan sistem online jika tidak punya perangkat yang mendukung. Memang, perlu ada yang menjembatani dalam hal ini.

 

Muhammad Isna Wahyudi

0 notes
182 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *